Hadir sebagai sebuah terobosan metodologis dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif. Pengembangan model ini didasari oleh kesadaran mendalam bahwa kebijakan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP) memerlukan instrumen evaluasi yang lebih dari sekadar administratif.
Kita tidak boleh "menebak-nebak" keamanan anak-anak kita. EN-School Safety hadir untuk memastikan setiap sekolah benar-benar menjadi rumah kedua yang aman melalui data yang valid, partisipasi luas, dan sistem terstandar.
Menyediakan instrumen evaluasi dengan KPI yang jelas untuk mengimplementasikan kebijakan seperti Permendikbudristek PPKSP secara nyata, bukan sekadar aman di atas kertas.
Menghilangkan laporan subjektif dengan mewajibkan verifikasi evidensi digital seperti dokumentasi kegiatan dan SK TPPK demi transparansi dan akuntabilitas.
Menutup celah antara laporan sekolah dengan realitas lapangan dengan menggabungkan Data Kinerja sekolah dan Data Persepsi dari siswa, guru, serta orang tua.
Memetakan titik lemah sekolah (Tata Kelola, Edukasi, Sarpras, Budaya, Penanganan) agar intervensi dari Dinas Pendidikan tepat sasaran dan efektif.
Menjamin kualitas lulusan dengan memastikan kebutuhan dasar rasa aman (sense of security) terpenuhi agar proses belajar mengajar berjalan efektif.
Fokus pada manajerial: Pembentukan TPPK, penyusunan SOP, dan pengalokasian anggaran khusus keamanan sekolah.
Sosialisasi rutin, literasi anti-kekerasan, dan penguatan karakter bagi siswa, guru, hingga orang tua.
Lingkungan fisik: Ruang konseling nyaman, penghilangan titik buta (blind spots), dan kanal pengaduan digital.
Mengukur norma di sekolah: Partisipasi aktif masyarakat, suasana saling menghargai, dan pakta integritas bersama.
Respons kasus: Kecepatan penanganan laporan, bantuan medis/psikologis korban, dan langkah pembinaan pelaku.
Copyright © EN-School Safety. All Rights Reserved.
Developed for Education Safety